Feed on
Posts
Comments

posting sebelumnya

Mengingat Prednison 10 butir sudah habis dalam satu tegak, maka pulang dari Praktek Drg, aku singgah lagi ke Apotik K – 24 dan membeli 20 butir lagi sebagai persediaan.

 

Karena telah terjadi overdosis maka setiba di rumah aku tidak menggunakan Larutan Prednison lagi, hanya saja setelah sikat gigi aku gunakan Larutan Antiseptik Betadine.  Ini ideku saja karena tidak disarankan oleh Drg P.

 

Tapi ternyata efek Prednison itu manjur sekali, walaupun bekas sariawan itu masih terbuka berwarna kuning namun lapisan jaringan baru yang terbentuk  telah mampu menghilangkan rasa sakit dan nyeri.

 

Hanya saja baru saya sadari pilihan awal pemasangan Behel pada bulan Puasa menjadi tidak tepat.

 

Memang kita tidak selera makan, namun kecukupan air putih sangat dibutuhkan setiap saat.    Maka bibirku menjadi pecah – pecah karena kurang air minum, padahal karena keberadaan benda asing ini , ternyata memicu air liurku lebih banyak dari biasanya.  

 

Aku inget Drg.P bilang bahwa aku harus mengkonsumsi cairan buah dalam jumlah lebih dari biasanya agar memenuhi kebutuhan vitamin C dalam tubuhku.

 

Seperti inilah aturan menuku untuk minuman  :

Sahur   : Susu Coklat  1 gelas

                        Jus : Tomat (1 buah) + WOrtel (2 buah)

         Magrib :  T e h   HIjau + 1 sdm Madu

         Makan Malam  :  Jus : Nenas (1/4 buah)  atau Jus Jambu Merah (1 buah)

         Sebelum tidur :   CDR 1 butir + 200 ml air.

        Dan disela – sela semua itu minum air putih minimal 5 – 6 gelas.

 

      Akhirnya hanya dalam 1 minggu, bibir pecahku hilang dan tidak tumbuh sariawan apapun selama bulan puasa.

 

 

 

 

 

 

Klarifikasi si Obat pahit

Konsultasi Pertama setelah Pemasangan Kawat (24.08.2009 pukul 17.30)

Baca dulu posting sebelumnya biar nyambung :  yang ini loh

 “Apa mbak titin minum sekaligus 10 tablet dalam satu gelas “ Drg P menatapku tidak percaya saat dia mengklarifikasi perihal rasa pahit yang luar biasa.   

 

Lah sms dokter kan gitu ?  Segera kutunjukkan smsnya ..

 

Drg. P :    “ Ya ampun mbak … berarti saya kurang teliti membaca ulang sms saya sebelum dikirimkan.

 

Seharusnya , 1 tablet Prednison dilarutkan dalam 1 gelas air    dan diminum 3 kali sehari.  Sebelum makan”

 

Aku hanya diam terpana.

 

Drg. P, “terus mbak titin ngerasain apa sekarang ?? apa mual ? atau ada indikasi keanehan lainnya ?”

 

Yah gak tau Dok .. sampai sekarang sih kayaknya gak ada efek lain daripada biasanya .. Cuma pahitnya itu dok .. tak terlupakan .

 

Drg. P :    “Makanya waktu mbak titin bilang pahit sekali , saya heran karena mbak titin kan biasa  minum jamu .. harus biasa aja nemu kepahitan macam itu .. tapi kalau lebih dari jamu , rasanya gak gitu gitu amat deh .. kecuali untuk yang jarang minum jamu ….  Saya gak nyangka kalau itu 10 tablet sekaligus sih “

 

Daku akhirnya tersenyum kecut untuk mengurangi kekhawatiran di wajah Drg. P yang mungil itu.

 

“Ya udah sekarang coba kita cek posisi kawat yang mengganggu”

 

Setelah duduk di kursi pesawat dan beliau melihat ternyata sisa kawat yang dibagian belakang di sekitar cincin harus dikikis lagi dengan cara dibor sehingga tidak ada kelebihan atau sisi yang tajam yang dapat menggesek daging pipiku.

 

Drg. P , “Mbak titin, kenapa yang di sisi kiri dan kanan luka dalam ya ?   Bagaimana cara Mbak titin berbicara ??”

 

Sambil terbingung – bingung dengan pertanyaan Drg. P aku menjawab, “Ya biasa aja Dok .. Cuma mungkin masih kaku dan rada malu kalau kelihatan ada yang mengganjal di mulut “

 

“ Oooh I c .. saya bisa tahu .. ternyata mbak titin kurang lebar membuka mulut ketika bicara .. Nah sekarang ikuti saya , “begitu kata Drg. P setelah mengamatiku berbicara barusan.

 

Drg P mempraktekkan bagaimana cara membuka mulut lebih lebar ,mengatupkan bibir , menutup mulut dengan cara lebih memperbesar gerakan.     Walaupun beliau tidak berbehel, namun cara dia  mempraktekkannya seolah olah beliau memiliki behel di mulutnya ..

 

Kemudian beliau memberikan sebuah cermin kecil dan menyuruhku melakukan seperti yang dia ajarkan.  

 

Memang kalau dilihat di cermin gayaku masih kaku dan tidak luwes, namun cara itu ternyata  efektif   tidak membuat kawat menyenggol bagian dalam mulutku ..

 

“Tenang mbak titin .. mulut memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan benda asing didalamnya .. tapi ntar lagi mbak titin pasti sudah terbiasa dan memiliki gerakan yang lebih luwes, sehingga tidak terlihat bedanya apakah mbak menggunakan behel atau tidak… Dan kejadian tabrakan antara kawat dan daging pipi di bagian dalam akan berkurang”

 

 

 

 

 

 

Older Posts »